PERPUSTAKAAN DIGITAL
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA




STATISTIK

Total Klik:3202342
Pengunjung:67773
Klik Dalam 24jam:3289
Pengunjung Dalam 24jam:142
Yang Sedang Online:5


RSS
 
PENELUSURAN INFORMASI

Masukkan kata pencarian pada kotak diatas
 
 Article  (339)
 Books (94)
 Journal (214)
 Images (1)
 Multimedia (1)
 Proceeding (52)
 Publication (197)
 Studi Report (4022)


 

POLTEKKESSBY » Research Report » Jurusan Kesehatan Lingkungan
di-posting oleh mulyoto@poltekkesdepkes-sby.ac.id pada 2017-05-03 10:32:22  •  412 klik          Permohonan Koleksi

KARAKTERISTIK HABITAT LARVA ANOPHELES DI DESA NGRECO KECAMATAN TEGAL LOMBOK KABUPATEN PACITAN TAHUN 2016

disusun oleh HELEN FARIDA WATI

SubyekPengendalian vektor
Kata Kunci Kejadian malaria
Larva anopheles
Kareakteristik habitat
KontributorSRI MARDOYO, S.SI, M.MKES
Tanggal tercipta2016-07-28
Jenis(Tipe)Research
Bentuk(Format)PDF
BahasaIndonesia
Pengenal(Identifier)POLTEKKESSBY-Research-9KTI20160029
No Koleksi9KTI20160029
No Klasifikasi614.432 Wat k


Sumber :
Poltekkes Kemenkes Surabaya

Cakupan (Coverage) :
Bidang Kesehatan

Ketentuan (Rights) :
Poltekkes Kemenkes Surabaya


[ ANOTASI / ABSTRAK ]

Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Nyamuk Anopheles berperan sebagai vektor, keberadaan dan kelangsungan hidup Anopheles sangat dipengaruhi oleh kondisi tempat perkembangbiakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik habitat larva Anopheles di Desa Ngreco Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan pada bulan Februari 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan karakteristik habitat larva Anopheles. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan lembar observasi dan pengukuran lapangan. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi untuk menggambarkan karakteristik habitat larva Anopheles. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 4 jenis habitat yang ditemukan terdiri dari kubangan air, saluran air, sawah dan aliran sungai. Dari 10 habitat yang ditemukan, hanya 5 habitat yang positif larva Anopheles. Kepadatan tertinggi terdapat pada kubangan air bekas galian sebesar 14,4 larva/cidukan. Suhu habitat berkisar antara 25-270C, pH 6-8, kedalaman 5-10 cm, jenis vegetasi berupa rerumputan, padi (Oryza sativa) dan ganggang, berjenis aliran mengalir dan menggenang Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepadatan larva tertinggi diperoleh karena karakteristik habitat dapat mendukung perkembangan larva Anopheles. Saran yang dapat diambil dari penelitian ini bagi Dinas Keshatan Kabupaten Pacitan adalah Perlu dilakukan survey habitat larva Anopheles secara rutin untuk memantau tingkat kepadatan larva Anopheles agar tidak terjadi peningkatan penyakit malaria di daerah tersebut. Serta untuk dilakukan pengendalian keberadaan larva dengan memperhatikan karakteristiknya.



[ DESKRIPSI LAIN ]

xii + 57 hlm + 11 tabl + 5 gb + 5 lamp

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

...Tidak ada file penyerta...
 Download File Penyerta (Bebas Unduh)

...Tidak ada file penyerta...