PERPUSTAKAAN DIGITAL
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA




STATISTIK

Total Klik:3201902
Pengunjung:67771
Klik Dalam 24jam:2897
Pengunjung Dalam 24jam:141
Yang Sedang Online:3


RSS
 
PENELUSURAN INFORMASI

Masukkan kata pencarian pada kotak diatas
 
 Article  (339)
 Books (94)
 Journal (214)
 Images (1)
 Multimedia (1)
 Proceeding (52)
 Publication (197)
 Studi Report (4022)


 

POLTEKKESSBY » Research Report » Jurusan Kebidanan
di-posting oleh klanting_kasiati@poltekkesdepkes-sby.ac.id pada 2016-11-24 13:57:01  •  887 klik          Permohonan Koleksi

PERSEPSI CALON PENGANTIN TERHADAP HAK KESEHATAN REPRODUKSI DI KODYA SURABAYA KAJIAN BERDASARKAN TEORI GROUNDED)

REPRODUCTIVE HEALTH RIGHTS OF THE BRIDE: THE STUDY OF THE GROUNDED THEORY IN SURABAYA

disusun oleh K. Kasiati

Subyekpersepsi
hak kesehatan reproduksi
calon pengantin
teori Grounded
Kata Kunci persepsi
hak kesehatan reproduksi
calon pengantin
teori Grounded
KontributorNetti Herlina
Tanggal tercipta2016-10-20
Jenis(Tipe)Research
Bentuk(Format)pdf
BahasaIndonesia
No Koleksi611RR2016
No Klasifikasi618.2


Sumber :
Hadiah

Relasi/Tautan:
Kebidanan

Cakupan (Coverage) :
Kebidanan


[ ANOTASI / ABSTRAK ]

RINGKASAN Pemerintah RI mengangap pernikahan usia muda merupakan masalah nasional dan perlu dicarikan solusinya. Pernikahan usia muda di Indonesia hampir 50% dari 2,5 juta pernikahan per tahun adalah kelompok usia di bawah 19 tahun. Untuk itu, pemerintah telah melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, di antaranya mewajibkan calon pengantin mengikuti Kursus Calon Pengantin (KURCATIN) sebagai persyaratan mendaftar ke Depag. Langkah lainnya, pemerintah melalui BKKBN menerbitkan buku tentang HKR, yang berisi hak kesehatan reproduksi. Permaslahannya adalah bagaimana persepsi mereka sebelum dan atau sesudah mengenal hak kesehatan reproduksi, baik melalui KURCATIN maupun membaca buku panduan tentang hak kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah ingin memperoleh gambaran persepsi calon pengantin terhadap hak kesehatan reproduksi. Pendekatan penelitian menggunakan teori Grounded. Sampelnya adalah calon pengantin yang mendaftar di Depag Kecamatan Rungkut, Kecamatan Tambaksari, dan kecamatan Simokerto Depag wilayah Kodya Surabaya. Pengampilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisisnya menggunakan teknik tema. Hasil penelitiannya adalah bahwa persepsi CATIN terhadap HKR pasca-membaca buku tentang HKR, baik berorientasi pada segi fisik, psikis, maupun sosial berifat positif dengan mendasarkan beberapa catatan. Penentuan jumlah anak dan jarak kelahiran cenderung masih dominasi CATIN putra dan wanita pasif. Perbedaan pendapat suami istri yang mengarah pada perselisihan, menurut mereka, dipecahkan bersama berdasarkan komitmen demi kerukunan rumah tangga. Selain itu, CATIN putra cenderung memperbolehkan pasangan berorganisasi dengan catatan tidak meninggalkan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga. Catin merspon positif terhadap kesetaraan gender, namun tetap ada catatan yang diberikan CATIN pria bahwa kepala rumah tangga tetap hak suami.



[ DESKRIPSI LAIN ]

ABSTRACT The Indonesian government considers marriage a young age is a national problem and should be given a solution. Marriage youth in Indonesia reached 50% of the 2.5 million weddings every year in the age group under 19 years. For that, the government has taken steps to anticipate these problems, of which require prospective of bridegroom attend courses as a requirement to sign up for Religious Affairs. Other measures, the government through the BKKBN published by title Buklet Persiapan Kesehatan Reproduksi bagi Calon Pengantin, which provides reproductive health rights. The trouble with is how their perceptions before and or after recognize reproductive rights, either through KURCATIN (the courses of prospective bride) or read the manual on reproductive health rights. Research samples are brides who register for Religious Affairs in the The District of Rungkut, The District of Tambaksari, and The District of Simokerto in Surabaya. Sampling using purposive sampling. Methods of data collection using in-depth interviews, observation, and documentation. Analysis of data using techniques themes. This study provides information that is less socialized reproductive health rights, not only to the bride, but also to the KUA officials and officers KB. Post-knowledge is given, reproductive health rights are considered very important and need to be implemented with responsibility for a mandate of Pancasila and UUD 1945. KUA officials and PLKB still need to improve the capability and quality in order to carry out its duties socialize on reproductive health rights.

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

  1. POLTEKKESSBY-Research-777-POLTEKKESSBYResearch777PERSEPSICALONPENGANTINTHDHAKKESPRO.pdf
    902 KB - application/pdf

 Download File Penyerta (Bebas Unduh)

...Tidak ada file penyerta...