PERPUSTAKAAN DIGITAL
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA




STATISTIK

Total Klik:3201705
Pengunjung:67769
Klik Dalam 24jam:3015
Pengunjung Dalam 24jam:143
Yang Sedang Online:19


RSS
 
PENELUSURAN INFORMASI

Masukkan kata pencarian pada kotak diatas
 
 Article  (339)
 Books (94)
 Journal (214)
 Images (1)
 Multimedia (1)
 Proceeding (52)
 Publication (197)
 Studi Report (4022)


 

POLTEKKESSBY » Research Report » Jurusan Analis Kesehatan
di-posting oleh noeramelia@poltekkesdepkes-sby.ac.id pada 2019-10-17 10:21:47  •  241 klik          Permohonan Koleksi

RESISTENSI BAKTERI Serratia sp. YANG DIISOLASI DARI UDANG PUTIH (Litopenaeus vannamei) DI TAMBAK KALANGANYAR SIDOARJO TERHADAP LOGAM BERAT DAN ANTIBIOTIK

Skripsi 2018

disusun oleh SHABRINA FIRLI

SubyekSerratia sp.
Timbal (Pb)
Tembaga (Cu)
Ampisilin
Tetrasiklin
Resistensi.
Kata Kunci Serratia sp.
Timbal (Pb)
Tembaga (Cu)
Ampisilin
Tetrasiklin
Resistensi.
Tanggal tercipta2018-02-04
Jenis(Tipe)Research
Bentuk(Format)Pdf
BahasaIndonesia
Pengenal(Identifier)POLTEKKESSBY-Research-12SKR2018030
No Koleksi12SKR2018030
No Klasifikasi616.96 Fir r


Cakupan (Coverage) :
Bidang Kesehatan

Ketentuan (Rights) :
Copyright @2011 by Poltekkes Surabaya Library. This publication is protected by copyright and permission should be obtained from the Library Poltekkes Surabaya and prior to any prohibited reproduction, storage in a retrieval system, or transmission in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording, or likewise. For information regarding permission(s), write to Library Poltekkes Surabaya


[ ANOTASI / ABSTRAK ]

Udang putih (Litopenaeus vannamei) di Tambak Kalanganyar Sidoarjo didapatkan mengandung logam berat Pb dan Cu. Pencemaran logam berat dapat dikendalikan dengan bioremediasi yang menggunakan bakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui resistensi bakteri Serratia sp. yang diisolasi dari udang putih terhadap logam berat Pb dan Cu serta antibiotik ampisilin dan tetrasiklin. Uji resistensi logam berat dilakukan dengan metode pour plate secara aseptik pada medium nutrient agar yang mengandung PbCl2 dan CuCl2 dengan konsentrasi 1 ppm – 100 ppm. Hasil inkubasi setelah 24 jam, semua bakteri Serratia sp. resisten pada media logam Pb konsentrasi 1 ppm – 100 ppm dan pada media logam Cu konsentrasi 1 ppm - 40 ppm. Sedangkan uji resistensi antibiotik pada bakteri Serratia sp yang resisten logam berat dilakukan dengan metode diffusion menggunakan disk antibioti ampisilin 10μg dan tertrasiklin 30μg. Hasilnya menunjukkan bahwa bakteri Serratia sp. sensitif terhadap kedua antibiotik pada bakteri resisten logam Pb konsentrasi 1 ppm – 100 ppm, sedangkan pada bakteri resisten logam Cu konsentrasi 1 ppm – 40 ppm menunjukkan resisten terhadap antibiotik ampisilin dan konsentrasi 1 ppm menunjukkan intermediet terhadap antibiotik tetrasiklin serta pada konsentrasi 5 ppm – 40 ppm menunjukkan sensitif terhadap antibiotik tetrasiklin. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bakteri Serratia sp. mampu meresistensi logam berat Pb hingga konsentrasi 100 ppm dan logam berat Cu hingga konsentrasi 40 ppm serta dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa antibiotik ampisilin dan tetrasiklin lebih sensitif untuk bakteri yang resisten logam berat Pb daripada logam berat Cu.



[ DESKRIPSI LAIN ]

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

...Tidak ada file penyerta...
 Download File Penyerta (Bebas Unduh)

...Tidak ada file penyerta...